Minggu, 09 Desember 2012

cita-cita kandas

Tuhan, aku percaya engkau ada, aku percaya bila aku disini ada karnamu, kekuranganku, kelebihanku semua engkau yang mengatur, engkau maha adil, engkau maha esa tapi mengapa tuhan engkau ciptakan aku dengan kekurangan yang belum bisa kuterima sampai saat ini, kekurangan yang sangat menyakitkanku, mengapa engkau lahirkanku dengan kecacatan buta warna, mengapa denganku ini tuhan, salah apa aku hingga kau buatku begini, mengapa sejak lahir kau sudah menghukumku begitu beratnya, ini tidak sakit tuhan, tapi sungguh menyakitkanku, setiap kali melamar kuliah ataupun kerja aku sering lulus tes ujian, tapi aku selalu gagal tes kesehatan karna mataku ini, tahukah engkau apa cita-citaku dari kecil, ya engkau pasti tahu aku ingin menjadi seorang polisi, aku ingin memakai pakaian seragam polisi dengan gagah, membawa pistol, mengayomi masyarakat, aku sejak kecil berkelakuan baik biar tak ada masalah biar saat besar aku bisa meraih impianku, aku belajar renang, aku belajar biar pintar, aku cukup berprestasi dikelas saat sd, aku juara terus, smp aku cukup menonjol bahkan saat mau lulus ada guru menyarankanku sekolah di sma favorit meskipun jauh, saat sma masih tetap bisa kumengikuti pelajaran dengan baik, tapi saat aku mau lulus sma mulai keluar ketakutanku, ketakutan yang tak pernah ku bayanngkan sebelumnya, bahkan aku takut dengan cita-citaklu sendiri,bukan dibidang tes tertulis tapi di tes kesehatan aku takuti yaitu tes BUTA WARNA, aku coba cari diinternet aku baca-baca tapi hasilnya buatku makin pedih yaitu "TAK DAPAT DISEMBUHKAN" lalu kutinggalkan cita-citaku jadi polisi itu, karna badanku yang besar tinggi dan banyak yang bilang gagah, banyak teman saudara yang menyarankan aku menjadi polisi, dalam hati kuberkata (andai bisa pasti kuambil) dan saran teman-temanku cuma mengingatkanku kedalam cita-cita yang ingin kulupakan, teman-teman tak ada yang tau apa yang kuderita ini, aku lelah ya tuhan, kenapa kau buatku begini,beberapa dari temanku jadi polisi aku hanya iri dengan mereka tiap bertemu bahkan buat senyum palsu saja sulit ya allah tapi aku coba buat senyum seakan turut gembira padahal aku iri hati aku nangis.... dahulu itu merupakan semangatku buat berprestasi sekarang aku sadar tak mungkin aku dapatkan cita-citaku itu, bahkan semangat buat hidup pun tak ada, andai engkau menawarkan kapan aku mati, aku pilih secepatnya kau bisa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar